Mahasiswa dan Andovi da Lopez Turun ke Jalan, Tagih Janji 17+8 Tuntutan Rakyat di DPR
Sobat Kradio!
Mahasiswa dari berbagai kampus bersama influencer terkenal Andovi da Lopez kembali menggelar aksi damai di depan Gedung DPR/MPR/DPD Senayan, Jakarta, untuk menagih janji terkait 17+8 tuntutan rakyat. Aksi yang berlangsung kondusif ini menekankan pentingnya transparansi, reformasi, dan empati dalam penyelesaian berbagai isu nasional yang selama ini menjadi perhatian publik. Massa berangsur bubar namun suara tuntutan tetap lantang disuarakan hingga akhir aksi.
Andovi da Lopez secara tegas menolak anggapan bahwa peserta demo bertindak anarkis. Ia menyampaikan bahwa selama aksi berlangsung, para mahasiswa dan elemen sipil hanya menyampaikan aspirasi dengan damai, berinteraksi dengan pedagang UMKM, dan menjaga ketertiban. Ia juga mengingatkan bahwa daftar tuntutan yang mereka bawa telah disusun secara formal dan resmi diserahkan kepada lembaga terkait dengan deadline yang jelas yaitu 5 September 2025.
Tuntutan tersebut terdiri atas 17 poin jangka pendek dan 8 poin jangka panjang yang mencakup berbagai aspek, seperti pembentukan tim investigasi independen kasus meninggalnya beberapa korban demonstrasi, reformasi kepolisian, pembatalan kenaikan gaji anggota DPR, serta pembersihan lembaga legislatif dari praktik yang tidak berpihak kepada rakyat. Andovi dan para penggerak aksi berharap DPR segera membuka ruang dialog yang nyata untuk merespons tuntutan tersebut.
Selain Andovi, kakaknya Jovial da Lopez ikut turun ke lapangan dan menegaskan bahwa reformasi besar-besaran di DPR sangat diperlukan agar anggota parlemen lebih fokus bekerja untuk rakyat daripada kepentingan partai politik. Aksi yang diikuti berbagai elemen mahasiswa dari HMI, GMNI, hingga BEM dari sejumlah universitas ini merupakan kelanjutan dari unjuk rasa yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir hingga menjelang tenggat waktu tuntutan.
Demo kali ini juga diwarnai keterlibatan influencer lain dan organisasi masyarakat sipil yang mendukung tuntutan rakyat tersebut. Mereka menilai aksi ini sebagai wujud aspirasi dari masyarakat yang selama ini kurang didengar oleh pemerintah dan DPR. Dengan berakhirnya batas waktu tuntutan, publik kini menunggu langkah kongkret para wakil rakyat dalam mengatasi persoalan yang diangkat melalui ‘17+8 Tuntutan Rakyat’.
Terus ikuti informasi terkini lainnya di berita kami selanjutnya!
Komentar
Posting Komentar