Tambang Nikel di Raja Ampat Kembali Beroperasi

Halo Sobat Kradio!!
Masih ingat berita menggemparkan tentang tambang nikel yang
beroperasi di Raja Ampat, Papua Barat Daya? Pada tanggal 10 Juni 2025 lalu 4 izin
tambang nikel resmi dicabut di antaranya PT Anugerah Surya Pratama (ASP), PT
Mulia Raymond Perkasa (MRP), PT Kawel Sejahtera Mining (KSM), dan PT
Nurham. Diketahui keempat Izin Usaha Pertambangan (IUP) tersebut telah dicabut
karena dinilai melanggar peraturan dalam konteks lingkungan.
Kini, Kementerian ESDM memberi lampu hijau untuk PT Gag Nikel kembali
beroperasi sejak 3 September 2025 setelah dihentikan sementara pada tanggal 5
Juni 2025. Hal ini menuai berbagai kritik. Ketua Tim Kampanye Hutan Greenpeace
Indonesia, Arie Rompas, menilai langkah yang diambil oleh pemerintah telah
mengabaikan ekosistem laut Raja Ampat yang dikenal sebagai rumah bagi 75
persen spesies terumbu karang dunia.
Tidak hanya itu, tagar #SaveRajaAmpat kembali naik di sosial media sejak berita
keputusan pemberian izin tambang nikel sampai di telinga masyarakat.
Tentunya, Sobat Kradio, selain menganggu ekosistem terumbu karang, aktivitas
lingkungan sekitar juga terganggu, terancamnya hutan, dan sumber air akan
tercemar.
Topik tambang nikel yang terjadi di Raja Ampat berhasil menyadarkan manusia
bahwa alam telah tercipta sedemikian indahnya, dan tugas manusia sendiri adalah
menjaga serta melindungi agar tidak terancam oleh tangan-tangan yang ingin
merusak.
Sobat Kradio, tetap kawal perkembangan berita tambang nikel di Raja Ampat agar
kita selalu ingat dan Indonesia tidak akan kehilangan kekayaan sumber daya
alamnya lagi ya. #SaveRajaAmpat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dragon Ball Super : Galactic Patrol Resmi di Garap! Goku dan Kawan-Kawan Siap Menghadapi Ancaman Baru!!

Seorang Pengemudi Ojek Online Tewas Terlindas Kendaraan Taktis (Rantis) Brimob pada Demo Buruh Kemarin.

Buruh Gelar Aksi Demo, DPR Memilih WFH