Kirim Bayi Lewat Pos? Emang Bisa?
Halo Sobat Kradio!!
Kalian tahu gak kalo dulu tuh pernah ada pengiriman bayi melalui pos? Iya kamu gk salah denger, melalui Pos.
Pada tahun 1913 di Amerika Serikat pernah terjadi fenomena dimana para petugas pos mengirimkan anak-anak maupun bayi.
Kala itu jasa pengiriman pos sedang digemari oleh warga AS, karena pengiriman barang yang mereka beli melalui katalog bisa langsung diantarkan ke rumah mereka masing-masing. Karena hal tersebut, terlahirlah fenomena pengiriman anak-anak dan bayi. Hal itu bisa terjadi karena tidak adanya peraturan yang melarang pengiriman orang melalui pos.
Menurut Nancy, dengan peraturan pos tahun 1913, mereka kebingungan untuk menentukan jenis barang apa saja yang bisa dan tidak bisa diantar. Karena pada saat itu layanan pos terbilang masih baru. Jadi, pada pertengahan tahun 1913 seorang bayi laki-laki dikirimkan melalui pos menuju kediaman neneknya yang berjarak sekitar 1mil. Bayi tersebut dikirimkan oleh pengantar bernama Vernon O. Lytle. Itu merupakan pengiriman manusia pertama yang dilakukan.
“Tuan Lytle mengantarkan bayi laki-laki tersebut dengan selamat ke alamat yang tertera pada kartu yang dilampirkan. Ongkos kirimnya lima belas sen dan paket itu diasuransikan sebesar $50,” tulis surat kabar tersebut.
Selama pengiriman itu terjadi, bayi tersebut dikalungi gelang dilehernya sebagai penanda alamat dan dikemas. Lalu dikirimkan melalui mobil menuju kediaman neneknya. Bayi itu diterima oleh neneknya dalam keadaan selamat. Setelah kejadian tersebut, beberapa warga AS mulai mengikuti pengiriman anak-anak.
Pengiriman terjauh tercatat mencapai 1.287 Km yang dikirim dari Florida menuju Virgina. Pengiriman itu dikirim melalui pengantar bernama Edna dengan dihargai 15 sen, harga itu jauh lebih murah dibanding tiket kereta api.
Namun kegiatan ini mulai dihentikan sejak tahun 1915, karena risiko kecelakaan, cuaca buruk, hingga kondisi kesehatan bayi. Inspektur John Clark meminta kepala kantor pos Caney, Kentucky mengusut peristiwa tersebut.
Memang tidak ada undang-undang yang melarang pengiriman anak-anak, tetapi para pejabat tidak menyangka terjadi peristiwa nyeleneh seperti itu.
"Undang-undang tidak secara khusus membahas (pengiriman anak-anak) ketika pos parsel dimulai 1 Januari 1913, karena tidak ada yang mengira ada orang yang akan melakukan hal bodoh seperti itu" ucap Pope.
Komentar
Posting Komentar