Film 'Ghost in the Cell' Tembus 2 Juta Penonton dan Tayang di 86 Negara!
Halo, Sobat K-Radio!!
Kalian kehabisan stock buat nonton film? Tenang aja Min-K ada rekomendasi yang bisa kalian nikmati di akhir pekan ini! Film Ghost in the Cell, karya terbaru dari sutradara Joko Anwar ini resmi mencatatkan lebih dari 2 juta penonton hingga hari ke-13 penayangan, sekaligus menambah daftar panjang kesuksesannya di industri film Tanah Air.
Pencapaian ini menjadikan Ghost in the Cell sebagai film keempat Joko Anwar yang berhasil menembus angka 2 juta penonton. Sebelumnya, ia sukses lewat Pengabdi Setan, Pengabdi Setan 2: Communion, dan Siksa Kubur.
Sejak awal penayangannya, film ini telah mendapat sambutan positif dari publik internasional. Ghost in the Cell bahkan sukses mencuri perhatian saat world premiere di Berlinale 2026, serta telah dibeli hak tayangnya di 86 negara.
Dalam 13 hari penayangan di Indonesia, film ini berhasil menembus dua juta penonton dan menjadi perbincangan luas. Antusiasme tersebut menandai kuatnya daya tarik cerita yang tak sekadar menghibur, tetapi juga relevan dengan kondisi saat ini.
Joko Anwar menyebut istilah “absurd” sebagai kata kunci yang terus muncul selama proses pengembangan cerita sejak 2018. Ia menilai berbagai fenomena di Indonesia kerap terasa janggal dan sulit dipahami, bahkan untuk persoalan besar seperti korupsi.
“Bagaimana filmnya bisa merepresentasikan Indonesia dalam satu kata yang muncul terus ketika kita mengembangkan cerita ini adalah ‘absurd’. Aku mencoba membuat skenarionya juga bisa menangkap fenomena itu,” ujar Joko Anwar dalam press conference di XXI Epicentrum, Jakarta, Kamis 9 April 2026.
Meski mengangkat tema yang terasa berat, film ini tidak berakhir dengan nuansa putus asa. Joko Anwar menegaskan bahwa harapan tetap menjadi bagian penting dalam cerita yang dibangun.
“Tapi ada satu tone yang kita pertahankan, jadi kita gak mau film ini berakhir dengan putus asa. Karena kita sebagai manusia pasti masing-masing dari kita ada tujuannya sendiri,” ujar Joko Anwar.
Joko juga menggunakan metafora kuat dalam film ini, yakni negara sebagai penjara dan masyarakat sebagai para penghuninya. Ia menggambarkan bahwa sebagian besar orang tidak memiliki pilihan untuk “kabur”, kecuali segelintir pihak yang memiliki privilese.
Melalui Ghost in the Cell, Joko Anwar berupaya menyampaikan kritik sosial dengan cara yang lebih ringan namun tetap tajam. Film ini diharapkan bisa menjadi cerminan realitas, sekaligus mengajak penonton untuk melihat kondisi Indonesia dari sudut pandang yang berbeda.
Jadi, bagaimana? Sobat K-Radio tertarik untuk menyaksikan film ini? Film Ghost in the Cell karya Joko Anwar resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia dari 16 April 2026. Film ini ditayangkan di jaringan bioskop utama seperti Cinema XXI dan CGV Cinemas. Selain di Indonesia, film ini juga di tayangkan dalam 86 negara.
Komentar
Posting Komentar